• SMA NEGERI 1 NGUNUT
  • Maju Bersama Hebat Semua

Sekolah Di Era New Normal

Menyiapkan sekolah era normal baru Apa yang harus disiapkan pengelola sekolah?

Baca juga: Ridwan Kamil: Jika Masih Terjadi Penyebaran, Sekolah Dimulai Awal 2021 1.

Membersihkan lingkungan sekolah dengan menyemprotkan disinfektan. 2.

Melengkapi sarana dan prasarana pendukung untuk kegiatan mencuci tangan di setiap kelas. 3. Mengundang orangtua/wali peserta didik, dan komite untuk mensosialisasikan gerakan new normal dan meminta dukungan dari orang tua dan komite. 4. Menjalin kerja sama dengan dinas kesehatan dan meminta tenaga kesehatan minimal perawat untuk berada di lingkungan sekolah setiap satu minggu sekali guna melakukan pemeriksaan peserta didik, dengan tujuan bila ada peserta didik menunjukkan gejala Covid-19 dapat segera dirumahkan. 5. Membuat jadwal guru yang akan mengontrol social distancing peserta didik selama di dalam kawasan sekolah. 6. Kepala sekolah beserta wakil kurikulum dan kesiswaan, membagi jumlah peserta didik dalam satu kelas menjadi dua bagian, dengan tujuan agar penerapan sosial distancing di dalam kelas dapat dijalankan. Jaga jarak antarpeserta didik dapat diterapkan jika kepadatan jumlah peserta didik dikurangi. 7. Menyusun roster atau jadwal pembelajaran pagi dan siang. 8. Melaksanakan proses pembelajaran dalam dua shift atau dua gelombang, pagi dan siang. Kemungkinan pro dan kontra Persiapan ini tentu akan menimbulkan pro dan kontra, baik di kalangan orangtua maupun dari kalangan guru sendiri. Dari kalangan orangtua, kekhawatiran mereka terhadap kesehatan peserta didik selama di sekolah tentunya dapatlah kita maklumi. Namun, dengan membekali masker, hand sanitizer, membawa bekal dari rumah, selalu mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan sesama peserta didik di sekolah akan menjauhkan mereka dari tertular pandemi. Baca juga: Menko PMK Minta Sekolah Agama Fokus Bersiap Hadapi Era 4.0   Usaha pihak sekolah untuk memberikan jaminan kesehatan selama peserta didik berada di sekolah tidak akan ada artinya bila tidak didukung orangtua dan dimulai dari rumah masing-masing, melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat. Di kalangan guru sendiri, pro dan kontra tentang kebijakan mengajar dua gelombang dalam satu kelas pasti akan muncul. Keberatan karena terlalu lama berada di lingkungan sekolah (luar rumah), kurang waktu untuk istirahat, dan alasan lain pasti akan dilontarkan para guru. Namun, bila kita menginginkan gerakan new normal pendidikan ini berjalan maka mau tidak mau, suka tidak suka harus tetap kita dukung dengan cara ikut melaksanakan. Strategi dan implementasi new normal Pihak dinas pendidikan selaku pengatur kebijakan di bidang pendidikan setiap daerah memang harus ekstra keras dalam menjalankan dan menerapkan kebijakan ini. Segala kebijakan yang diambil pasti akan berimbas pada ketersediaan dana. Untuk itu, pihak dinas harus berkoordinasi secara matang dengan kepala sekolah dalam hal penyediaan sarana dan prasarana pendukung selama masa pandemi di sekolah demi berjalannya kebijakan new normal pendidikan. Pihak sekolah harus bisa menyediakan masker dan hand sanitaizer. Bagi peserta didik yang dalam kategori kurang mampu dalam menyediakannya. Juga pihak sekolah hendaknya dapat menyediakan sabun cuci tangan di setiap kran masing-masing kelas. Terkait dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah yang di bagi menjadi dua gelombang, dinas pendidikan dan phak sekolah dapat memberdayakan tenaga honorer dalam membantu pelaksanaannya. Namun, bila tenaga honorer tidak memadai, guru yang mengajar di gelombang kedua atau siang hari haruslah guru yang berbeda pada gelombang pertama atau pada pagi hari. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan beristirahat bagi guru tersebut, karena dengan beristirahat maka imun tubuh dapat terjaga dengan terjaganya imun maka akan membentuk anti bodi untuk melawan virus corona. Segala kebijakan kembali pada pemberi kebijakan.  Kita semua tentu tidak ingin mengorbankan para penerus bangsa ini, karena di tangan merekalah nantinya tongkat pembangunan Indonesia akan beralih.  

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siapkah Sekolah Masuk Era New Normal Pendidikan di Tahun Ajaran Baru?", https://www.kompas.com/edu/read/2020/06/14/230812771/siapkah-sekolah-masuk-era-new-normal-pendidikan-di-tahun-ajaran-baru?page=all.
Penulis : Program Pintar
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Komentar

Absen

Selalu semangat dan don't forget happy

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
RADIO SMANUSA

28/06/2020 00:11 - Oleh Tomy Wangsit - Dilihat 513 kali
PPDB 2020

Sekilas Pandang | Tentang PPDB Jatim 2020 PPDB Jawa Timur terdapat beberapa jalur yaitu: Jalur Zonasi Jalur Afirmasi Jalur Perpindahan Tugas Jalur Prestasi Seluruh jalur pe

07/06/2020 18:05 - Oleh Afriza - Dilihat 673 kali
MENGENAI COVID 19

COVID-19   Penyakit koronavirus 2019 Nama lain ·        Penyakit pernapasan akut SARS-CoV-2 ·    

06/06/2020 09:27 - Oleh Afriza - Dilihat 223 kali
KARTINI

Apa sih sebenarnya hari Kartini itu? Mengapa harus ada peringatan hari Kartini? Apakah setiap hari Kartini itu hanya sebatas diperingati dengan memakai pakaian kebaya? Peringantan hari

25/04/2020 20:30 - Oleh Afriza - Dilihat 345 kali
LIVE STREAMING RADIO SMANUSA FM